/> Skip to main content

Wifi Murah Dari RT RW Net Untuk Daerah Terpencil,Sebuah Solusi Bagi Masyarakat Kecil Di Desa

Wifi Murah Dari RT RW Net Untuk Daerah Terpencil - Sudah murahkah internet di Indonesia? Menurut kami masih  menuju kesana,mungkin sudah setengah perjalanan menuju Internet murah dan stabil buktinya Internet sudah masuk desaku yang terpecil ini.

Jika dihitung-hitung maka keluarlah angka Rp.2.000 rupiah bisa Internetan seharian Unlimitied,untuk rinciannya mungkian di artikel selanjutnya akan saya jelaskan secara lebih detail."Kembali ke Desaku"
Wifi Murah Dari RT RW Net Untuk Daerah Terpencil
Kampung SKW
Desaku ini terletak di lembah pegunungan,termasuk desa terpencil,akses Internet dari telkom belum terjangkau.Sinyal GSM lumayan sulit,apalagi sinyal 3G dan 4G,jadi tidak usah dibayangkan.

Sebenarnya bukan desaku,lebih tepatnya desa anak,istriku karena saya pendatang.Desa ini sangat indah penuh pepohonan tinggi dan berdiameter besar,pegunungan dan sungai-sungai yang masih jernih.

Desa ini bisa dikatakan berada di lembah karena terletak diapit dua pegunungan kiri kanan dan depan belakang, pemandangan hanyalah barisan pegunungan,akankah wifi bisa mencapai desa ini jika dilihat medan yang begitu berat.

“Yang Mempengaruhi Daya Pancar Sinyal Wifi”Baca Selengkapnya...

Tower BTS hanya ada satu dan itupun diluar desa,sebenarnya tidak terlalu jauh tetapi kenapa sinyal Mobile Broadband begitu sulit.Sinyal Ponsel disini suka hilang dan timbul bahkan pernah kejadian hilang sama sekali.Apakah ini Interferensi sinyal ataukah yang sesuatu yang lain.

Sesuatu yang lain itu disini adalah hal-hal gaib (jin) dan alien,apakah jin dan alien itu berada di frekuensi yang sama dengan sinyal Ponsel dan wifi, diperlukan penelitian lebih lanjut.

Tetapi Jangan anda tolak dulu pemikiran saya ini,sebelum membaca pengalaman Misterius team kami.

Ada sebuah pengalaman yang mungkin di luar logika,ketika team SKW mendirikan sebuah antena di tempat client yang melewati sebuah perkuburan,sinyal wireles sangat jelek dan CCQ naik turun padahal Interferensi sinyal disini tidaklah tinggi,jarak rumah client dan accses point juga tidak terlalu jauh.

Mungkinkan ini efek sinyal yang melewati perkuburan terganggu dengan frekuensi makluk astral di sekitar perkuburan? 

Jika difikirkan sesuai SOP pendirian antena,dengan jarak tidak terlalu jauh dan Interferensi sinyal yang kecil,mungkin kejadian ini tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan prinsip kerja sinyal wireles.

LOS (Line Of Sight) terpenuhi,Interferensi sinyal kecil,peralatan yang digunakan dari sisi Accses Poin dan Stasion juga peralatan pilihan bukan modifan.Sampai sekarang pengalaman ini masih menjadi teka-teki di team kami.

“Misteri Sinyal Dan Frekuensi Baca Selengkapnya...

Perekonomian di sini rata-rata menengah ke bawah,karena disini sentral industri genteng dan batu bata dan banyak wanita menjadi TKW walaupun laki-laki juga banyak akan tetapi lebih dominan wanita.

Keluarga yang ditinggalkan seorang TKW di desa saya bisa dikatakan hidupnya berkecukupan.

Hubungannya dengan wifi adalah para keluarga TKW selalu menggunakan fasilitas wifi untuk call dan video call.

Pengguna Jaringan RT/RW Net Di Desa Kami :


1.Keluarga TKI (Tenaga Kerja Indonesia)

Keluarga para TKI disini bila ingin menghubungi anaknya yang merantau keluar negeri pasti dengan ponsel karena sinyal sangat jelek yang akhirnya disini banyak yang beralih ke wifi dengan RT/RW Net ISP nya.

”Sejarah dan Pengertian RT/RW-net.Baca Selengkapnya...

Sedangkan Ponsel yang digunakan juga tidak main-main,karena dilihat spesifikasinya adalah sebagai berikut :
  • Kamera depan dan belakang,kamera disini pasti digunakan untuk video call
  • System Operasi Android,video call dan wa berjalan di android
  • Suport wifi dan minimal 4G
Jika dilihat dari spesifikasinya minimal harganya pasti disekitar 1 - 2 juta.Jadi perekonomian masyarakat disini bisa saya katakan menengah karena membelanjakan uang segitu hal yang lumrah (biasa).

Untuk mengetahui tingkat minimum dan maksimum perekonomian masyarakat silahkan googling.


2.Warkop (Warung Kopi/Caffee)

Di desaku terdapat 3 warkop dan semuanya menggunakan free wifi,lumayan kan untuk desa yang berada di perbukitan,apakah anda tau router yang digunakan warkop-warkop disini.

Sebelum saya sebutkan anda pasti paham biaya yang harus kita sediakan untuk memasang wifi dari RT/RW Net alat-alat yang digunakan sebagai berikut :
  • Ap (akses point) harga 450ribu – 1.5 juta
  • Router bawah harganya skitar 175-500 ribu
  • alat-alat lainya seperti pipa dan lainya anggaran 500ribu-2Juta
Jadi anggaran minimal yang harus dikeluarkan warkop untuk memasang wifi,minimal sekitar 1.5 juta bukan.

Tetapi apakah anda tau warkop disini hanya mengeluarkan biaya 400 ribu saja untuk pemasangan wifi.Kenapa kok bisa semurah itu karena warkop disni hanya menggunakan router Indoor Modifikasi serta support mode wisp.

“Pengertian Dan Kegunaan Mode WISP Di Router”Baca Selengkapnya...

Router Indoor ditambah box listrik yang di modifikasi menjadi antena outdoor.

3.Intansi Pemerintah Kelurahan

Suasana kelurahan disini juga full komputer,sebenarnya "ga full amat" tetapi para staf kelurahan disini tidak awam dengan perangkat komputer

Walaupun pendidikan bapak-bapak kepala desa dan stafnya hanya lulusan SMA tahun 90'an tetapi cukup bisa mengoperasikan komputer bahkan 2-3 tahun yang lalu kelurahan disini mendapat bantuan komputer.

Untuk koneksi Internet,kelurahan juga menggunakan koneksi wifi,koneksi di kelurahan kami bisa dibilang lumayan stabil karena menggunakan frekuensi 5.8ghz pasti orang wifi semua tau perbandingan sinyal 2.4Ghz  dan 5.8Ghz.

“Kelebihan Dan Kelemahan Antar Frekuensi 2.4ghz Dan 5.8ghz”Baca Selengkapnya...

Antenna yang digunakan juga bukan kaleng-kaleng dan bukan antena modifikasi seperti di warkop.Orang wifi biasanya menyebutnya merk UBI.

Untuk kecepatan banwidth mereka berlangganan 2 Mbps dengan paket bulanan Rp.200.00 lumayan lah untuk berkirim surat via email dan membuka web-web pemerintah.

“Apa Arti Perintah Ping Dan Cara Menggunakannya”Baca Selengkapnya...

Di kelurahan juga free wifi 24 jam nonstop jadi warga yang ingin mencari wifi juga bisa datang kekelurahan bukan cuma mengurus KTP saja tetapi juga bisa ber internet sepuasnya sebagai sarana hiburan Masyarakat.

4.Sekolahan(Sekolah Dasar)

Didesa kami terdapat 2 sekolah dasar tetapi yang bisa menikmati wifi murah hanya satu sekolahan dasar saja ,untuk SD 2 tidak bisa menikmati internet karena terkendala bangunan,itu dikarenakan belum mempunyai bangunan tetap karena masih menumpang di pondok pesantren.

Untuk bapak-bapak yang berada di atas (pemerintahan) bila membaca postingan ini semoga bisa menjadi perhatian khusus.

Sekolahan Dasar Negeri belum mempunyai bangunan tetap masih numpang di ponpes pondok pesantren ( Agustus 2016).Mohon perhatiaanya.

Kita kembali ke dunia wifi

Di SD ini penggunaan internet masih sebatas di gunakan untuk operasional kantor.Murid belum bisa menikmati internet ataupun pelajaran komputer dikarenakan,belum adanya ketersediaan komputer di sekolahan ini,murid hanya sebatas menggunakan untuk keperluan bermain,chating dan lainnya  belum dimanfaatkan untuk keperluan belajar.

Untuk kecepatan internet,kecepatannya sama di kelurahan yaitu 2 Mbps dan paket bulanan Rp.200.000.

Alat-alat yang digunakan juga lumayan bagus hampir sama dengan speck di kelurahan tetapi menggunakan frekuensi 2.4 Ghz ,speck yang digunakan sebagai berikut :
  • AP. menggunakan Power beam m400 2.4ghz
  • Router bawah Tenda N301
“AP Dan  Wireles Router Yang Bagus”Baca Selengkapnya...

Ping dan jitter lumayan stabil ,karena jarak antar ap dan stasion hanya sekitar 500 M,jadi koneksi antar keduannya lumayan berjalan lancar.

Halangan satu-satunya hanyalah pohon,terutama pohon kelapa yang rata-rata mempunyai ketinggian 15 M sedangkan ketinggian AP sendiri maksimal 20 M,Jadi  sedikit kurang LOS.

“Arti Dan Pengertian LOS Itu”Baca Selengkapnya...

Nah itulah sedikit gambaran Internet dan para pengguna jasa Internet di desaku,Setelah itu mari melihat gambaran peralatan apa saja yang digunakan yang dibutuhkan dalam tangkap sebar wifi di desaku.

Spesifikasi Peralatan Wifi Yang Digunakan


1.Akses Point (AP)

Sebenarnya ssid akses point yang masuk ke desa kami sudah mulai banyak dan itu berasal dari desa tetangga tetapi tidak sebanyak seperti di kota besar.

Akses Point disini banyak menggunakan merk Ubiqity dan Tp-link,karena kedua Router inilah yang mungkin terbaik dan cocok dengan medan pegunungan. .
Wifi Murah Dari RT RW Net Untuk Daerah Terpencil

Memahami Jenis-Jenis Password Wifi Dan KeamanannyaBaca Selengkapnya...

Sebagai kompetitor ke dua brand tersebut router pertama adalah router bermerk Tenda,walaupun bukan pendatang baru dalam dunia router,tenda merupakan rekomendasi dari saya untuk router Indoor.

Kehadiran Antena Outdoor Tenda di desa saya masih setahunan ini (2016) pengalaman kami menngunakan tenda adalah daya pancarnya sangat jelek walaupun di kardusnya mencapai 5 Km tapi kenyataan di lapangan 1 Km low signal.

Kedua adalah Router Totolink

Totolink adalah Router pabrikan berasal dari korea,sebagai mode Akses Point Totolink lumayan stabil dan daya pancarnya bagus melebihi Tp-link akan tetapi itu terjadi hanya di 1-3 bulan setelah pembelian dan selanjutnya koneksi hancur.

"Review Spesifikasi Tenda N301"Baca Selengkapnya...

Selain ke-4 Router tersebut kami tidak bisa mereview karena belum pernah mencobannya dan dikarenakan bajet belum bisa menjangkaunya.

Jadi untuk router rekomendasi dari saya,bisa saya urutkan dari posisi utama Ubiquity,ke-2 TP link,ke-3 Tenda,ke-4 Totolink.

2.Router bawah/Indoor

Untuk Router Indoor kami menggunakan Router Tenda N301 dan Tp-link,kedua router tersebut banyak digunakan di sini,alasan ekonomis merupakan alasan utama pemilihan router tersebut,karena harga berkisar 150-300 ribu.

Sebenarnya router banyak bermunculan dewasa ini yang harganya juga menggiurkan,salah satunya adalah Netis,menurut saya Netis akan menjadi saingan terberat dari Router Tenda harganya pun malah dibawah tenda.

Totolink juga ikut meraimakan persaingan ketat tersebut,harganya malah paling murah,akan tetapi rekomendasi tetap jatuh ke Router Tenda N301.

3.Stasion

Router untuk mode stasion sama seperti mode AP masih dikuasai Ubiquity dan TP-Link,karena kestabilan koneksinya.ada hal yang menarik di desa kami yaitu antena stasion sering tidak diperlukan karena diganti dengan antena WISP'

Router Indoor sebagai tangkap sebar wifi dengan memanfatkan menu wisp di router tenda,netis dan totolink,sedangkan untuk Tp-link upgrade ke ddwrt.

“Cara Upgrade Tp-Link wr740n Firmware ddwrt”Baca Selengkapnya...

Inilah yang unik didesa kami dengan adanya fitur wisp,masayarakat disini dapat menikmati internet murah karena dengan modifikasi router Indoor menjadi antena Outdoor.

Rekomendasi router yang digunakan adalah Tenda,koneksi lumayan stabil walaupun terkadang CCQ turun.

Pilihan ke-2 adalah Router Netis daya tangkapnya bagus melebihi Tenda akan tetapi yang menjadi fatal adalah CCQ dari router Netis sering hancur,dan itu bisa mengakibatkan CCQ di AP juga turun yang pada akhirnya mempengaruhi koneksi lainnya.

“CCQ vs Troughput Pengertiannya”Baca Selengkapnya...

Sekarang kita masuk ke perlengkapan apa saja yang dibutuhkan dalam pendirian Antena,kami menyebut orang yang memasang wifi adalah client.

Client yang hanya di sekitaran Antena akses point di area coverage 300 -500 M biasanya hanya menggunakan Router modifan.

“Cara Merakit Router Outdor Menggunakan Router Indor Harga 150rb ”
Baca Selengkapnya...

Biasanya hanya diletakan di luar rumah dan misalnya diatas genteng dikasih bamboo,paralon atau pipa.

Sedangkan client yang melebihi 500 m kami menggunakan antena dari pipa besi yang dirakit sedemikian rupa,dan kami biasa menyebutnya Antena wifi monopole.

Untuk mendirikan antena tersebut biasanya membutuhkan 3 orang yang sudah terbiasa dan berpengalaman dalam mendirikan antena monopole,karena antenna tersebut dipanjat sampai ketinggian 10 m untuk melakukan pemasangan dan pointing.

“Cara Mendirikan Antenna Wifi Monopole”Baca Selengkapnya...

Biaya yang dibutuhkan dalam mendirikan antenna monopole 15 M menghabiskan dana 3 – 5 juta dengan catatan pipa terbaik (BSA) dan kawat galvanis (tahan air anti karat),tetapi untuk desa kami hanyalah menggunakan pipa dan kawat kelas ekonomis jadi bisa memangkas anggaran sampai 50%.

Sekian cerita RT/RW net dari desaku semoga dapat menginpirasi anda ketika ingin memasukan Internet ke desa.Internet juga dibutuhkan masyarakat desa karena  kami disini juga tidak kepingin dibilang tidak up to date dengan perkembangan jaman.Terimakasih

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
-->